Bila aku harus menggambarkan pikiranku tentangmu, begitu abstrak.
Sulit untuk deskripsikanmu dengan sederhana seperti cinta kita.
Setelah sekian waktu yang kita lalui bersama,
hanya satu deskripsiku untukmu.
Kau begitu indah.
Membuatku tersenyum bahagia.
Menenangkanku layaknya simfoni yang mengalun lembut.
Segala hal tentangmu buatku begitu menyayangimu
tepat 100 hari.
Ketika aku tahu itu sekadar personamu,
aku hanya bisa tersenyum penuh ironi.
Menertawakan diri.
Mengapa aku bisa sebodoh ini?
Menyayangi sosok yang tak pasti.
Ha. Ha. Ha.
Aku tertawa sakit.
Begitu menusuk, menancap dalam.
Bila saja waktu dapat diputar kembali
aku akan berharap dan berdoa pada tuhan.
Agar aku tak pernah mengenalmu.
[Surat ini ditulis untuk mantan pacar seorang sahabat saya yang tertangkap selingkuh]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar